Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dual On Global Kuasai Pasar Entry Level

       Ketika Nokia membuat hape dual on, penjualan hape dua kartu merek lokal langsung turun. Dominasi merek lokal di hape dua kartu ini langsung ambles. Perjalan hape berteknologi dua kartu di Tanah Air, memang tidak bisa dilepaskan dari sepak terjang vendor lokal. Dengan teknologi dual on, vendor lokal sempat menguasai pasar hape di Tanah Air, terutama di segmen menengah ke bawah. Bahkan popularitas hape dual on buatan vendor lokal bisa menggeser dominasi Nokia yang kala itu menjadi pemimpin pasar.
image
Dominasi brand lokal dengan hape dual on-nya, ternyata membuat "gerah" pabrikan global. Tidak ingin pangsa pasarnya di segmen
global seperti Samsung, LG, hingga Nokia akhirnya memproduksi hape dua kartu yang hidup secara bersamaan. Langkah vendor global itu akhirnya membuat persaingan antara brand lokal melawan vendor global di ranah dual on semakin sengit.
Pada awalnya hape dual on buatan lokal cukup bisa bertahan dari gempuran produk serupa kreasi vendor lokal. Tapi bagaimana situasinya saat ini? Menurut Aris dari J Cellular Mai Ambasador, penjualan hape lokal sekarang lebih dikuasai oleh pabrikan global entry level terus tergerus oleh hape dual kartu buatan lokal, vendor cukup menguasai penjualan hape dual on di bawah 1 juta. Hampir semua Nokia seri Asha berjaringan dual on penjualannya baik. Sedangkan hape dual on Samsung yang saat ini banyak diincar adalah tipe Ch@t. Hape dual on lokal tetap masih ada yang mencari, tapi persentase tidak sebanyak dulu," ucapnya kepada HandPHONE.
Menurunnya permintaan hape dual on lokal juga dirasakan para pedagang yang mengadu nasib di Roxy Mas. Berdasarkan keterangan Leli dari ARC Celullar ITC Roxy Mas, berkurangnya minat beli konsumen terhadap hape lokal sudah berlangsung cukup lama. "Tepatnya kapan saya agak lupa, yang pasti penjualan dual on lokal semakin drop sejak Nokia gencar memproduksi seri Asha," jelas Leli.
Hal senada juga disampaikan Egi dari Aras Cellular. "Saat ini jika dirata-rata dalam seminggu dari 5 hape dual on yang terjual, paling hanya 1 produk lokal yang dibeli konsumen, sisanya user lebih membidik brand global, entah itu Nokia atau Samsung. Bisa dikatakan khusus pasar Ibu Kota terutama Nokia dan Samsung. "Kedua brand global tersebut
entah untuk di luar Jakarta," ucap cowok penggemar Manchester United itu.
Beralih ke kawasan Cempaka Mas. Di pusat hape yang banyak didatangi user level menengah ini, nasib hape dual on lokal tidak berbeda jauh dengan Roxy Mas dan Mai Ambasador. Menurut Fahri dari Cahaya Cellular, keputusan Nokia bermain di jalur dual on sangat berpengaruh banyak pada permintaan hape lokal ber-SIM ganda.
"Ketika beberapa brand global, seperti Samsung dan LG mulai bermain di ranah dual on, sudah ada indikasi penurunan penjualan terhadap merek lokal. Namun saat itu penurunannya belum terlalu besar, sehingga brand lokal masih bisa bertahan dari gempuran dual global. Situasi berubah drastis saat Nokia akhirnya melansir hape dual on. Saat itu penjualan produk dua kartu lokal langsung turun drastis. Dari data terakhir, khusus di Cempaka Mas saat ini permintaan hape dual on lokal berkurang hingga 60-50 persen," ucapnya menyudahi pembicaraan.







Posting Komentar untuk "Dual On Global Kuasai Pasar Entry Level"